Total Tayangan Halaman

Selasa, 21 Juni 2011

Siomay hijau


Nih, mumpung masih punya ikan tenggiri-nya, bikin kudapan gurih mengenyangkan yuk....
Siomay memang makanan yang tak pernah bosan untuk dinikmati, apalagi buat anak-anakku, siomay itu makanan kegemarannya....sampai kadang siomay-nya belum jadi, udah ditungguin di dapur....sambil bilang.."Ibu...ini boleh dimakan gak?", lagi maksain makan adonan mentah....hehehe....jadi kebayang dong kalo siomay ini udah jadi....pasti tandas...das...das....

Sekali lagi ngambil resep dasarnya dari resepnya bu Fatmah dari NCC, cuma dimodifikasi sedikit dengan menambahkan daun sawi agar warnanya menjadi hijau.

Resep Siomay Hijau


Bahan:
500 gr  daging ikan tengiri, haluskan
2 sdm   bawang merah halus
1 sdm   bawang putih halus
2 sdt     lada halus
1 sdt     chicken powder (aku pake penyedap rasa kaldu ayam)
3 sdm   gula pasir (aku pake 5 sdm)
3 sdt     garam
1 sdm   minyak wijen
3 btr     telur (aku pake 2 telur aja)
400 gr  labu siam, parut kasar, tiriskan
450 gr  sagu tani (aku pake 500 gr)
juice sawi dari 5 lembar daun sawi dicampur air 50 cc
Cara membuatnya:
  1. Aduk daging ikan halus dengan bumbu-bumbu halus, tuang telur, aduk rata.
  2. Tambahkan labu siam, aduk rata, lalu tuangkan tepung sagu, aduk rata lagi, masukkan juice sawi, aduk rata
  3. Ambil dua buah sendok, sendokkan siomay ke dalam air mendidih. Setelah menjadi bulat2 angkat.
  4. Setelah semua menjadi bulat, masukkan ke dalam kukusan. Kukus siomay kira2 25 menit.
  5. Angkat dan sajikan hangat dengan bumbu kacang, saos dan kecap manis.

Ikan Tenggiri Masak Kemangi

Mendengar akhir-akhir ini banyak orang yang membicarakan masalah daging sapi yang tidak halal, rasanya ngeri banget membayangkan daging sapi yang akan kita konsumsi....jadi bertanya-tanya apakah halal atau tidak ya...jadi juga membayangkan apakah ayam yang dijual di pasar juga halal ya...apakah ayam-ayam itu mati dengan tindakan yang sesuai dengan syariat agama.

Akhir-akhir ini semua mata jadi terbelalak, melihat ada sapi yang sebelum disembelih dicungkil matanya terlebih dahulu, ada sapi yang tercemar timbal karena dilepas di tempat sampah....duh mengerikan ya...kita jadi harus lebih jeli mencari makanan yang halal secara syariat agama islam. Jadi tentu saja kalo saya sebagai muslim harus punya pengetahuan yang lebih tentang makanan yang akan dikonsumsi seperti wagyu, beef steak import yang kita tidak tahu sumbernya halal atau tidak, mesti hati-hati. 

Akhirnya, aku gak makan daging dulu deh....hehehe....makanya postingannya hari ini mengenai si ikan tenggiri. 
Ikan tenggiri yang diinspirasi dari makanan khas manado, padahal sih aku bukan manado loh, tapi si makanan ini tuh kayaknya sudah familiar banget dengan kita ya...

Resep Ikan Tenggiri Masak Kemangi

Bahan-bahan:
500 gram ikan tenggiri segar
1 buah jeruk nipis untuk merendam ikan
Bumbu:
5 siung bawang merah
6 buah cabe rawit merah (bisa ditambahkan bila suka)
1 batang sereh
1 ruas jahe
daun kemangi secukupnya
2 sdt jeruk nipis

Cara membuat:
Rendam ikan tenggiri yang sudah dibersihkan di dalam larutan garam dan jeruk nipis. Diamkan sebentar
Kemudian siapkan minyak goreng. Goreng ikan yang telah direndam tadi sampai matang. Sisihkan.
Haluskan bawang merah, cabe dan jahe. Kemudian tumis bumbu halus tersebut tadi, tambahkan serai yang sudah digeprek, masak sampai wangi. Kemudian masukkan ikan tenggiri goreng, kemangi, dan jeruk nipis. Tambahkan bumbu penyedap, gula dan garam secukupnya. Tambahkan air sedikit agar ikan tidak terlalu kering. Angkat dan sajikan dengan nasi panas.





Senin, 20 Juni 2011

soft dough tuna pizza

Belum bosen kan sama penampakan pizza. Soalnya lagi bosen sama pizza tipis alias crust pizza. Sekarang lagi pengen bikin pizza yang tebal dan rotinya lembut tapi berbobot. Kebetulan nemu di komunitas NCC di dapurnya Rina Rinso, adonan pizza yang adonannya lembut.

Ini aku copas ajah ya resepnya dari blog http://ala-rinarinso.blogspot.com/ soalnya rada-rada panjang, kebetulan kemaren aku bikinnya pake 2 kali resep, mengingat serdadu-serdadu perang di rumah banyak banget...hehehe

Soft Dough Pizza

Bahan :
350 gr terigu protein tinggi (misalnya cakra)
15 gr gula pasir
5 gr ragi instan
20 gr susu bubuk
200 ml air es
50 gr mentega putih
1 sdt garam

Cara membuat :


  1. Campur semua bahan kecuali air dan garam. Kemudian masukkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai kalis.
  2. Setelah kalis siamkan sampai adonan mengembang 2 kali. Di resep tertulis 30 menit tetapi aku kemarin biarkan proofing di suhu ruang 1 jam 15 menit.
  3. Setelah mengembang kempiskan adonan, kemudian bagi adonan menjadi 3 bagian. Bulatkan adonan dan diamkan 10 menit.
  4. Setelah didiamkan 10 menit tipiskan adonan dengan cara digiling. Kemudian tusuk-tusuk dengan garpu. Seharusnya bagian tepi adonan lebih tebal, tetapi aku kemarin rata aja semuanya.
  5. Setelah itu diamkan 30 menit sampai mengembang.
  6. Oven dengan api bawah suhu 190 derajat selama 8 menit sampai roti setengah matang.
  7. Oleskan bagian atas roti dengan saus pizza , taburi dengan topping sesuka hati (kemarin aku pakai bawang bombay, paprika hijau,  tuna kaleng, daging asap, nanas dan jamur kancing narcisus dan mayones. Taburan atasnya pake dua keju, cheddar dan mozarella.
  8. Oven lagi selama 10menit sampai matang (kalo aku ovennya agak 20 menit soalnya rotinya tebel)
Bon Apetit everyone!!!


Selasa, 14 Juni 2011

Donat ala J Co

Terprovokasi sama mailing listnya NCC, jadilah aku pengen dan penasaran banget nyoba Donat ala JCo-nya bu Fatmah. Hasilnya sih secara tekstur udah ringan, tapi baunya belum dapet banget ya....di JCo tuh pake wewangian apa sih....katanya instruktur di tempat kursus tuh, kalo di bakery-bakery suka dispray sama aroma butter. Jadi kalo orang lewat mmmmhhhh....wanginya gak nahan, sampe pengen beli berlusin-lusin....hihihi....

Ini aku copas aja ya resep donat ala JCo-nya bu Fatmah dari NCC, silakan yang penasaran boleh juga dicoba kayak aku....

Resep Donat Ala JCo


Bahan A:
850 gr        tepung terigu “Cakra” / tepung terigu Jepang (Komachi)
11 gr          ragi instant
10 gr          garam
600 ml        air matang

Bahan B:
200 gr        tepung terigu “cakra” / tepung terigu Jepang
10 gr          garam
60 gr          susu bubuk FC
125 gr        gula pasir
100 gr        telur
125 gr        mentega putih / shortening

Cara membuat:
  1. Aduk bahan A sampai rata, istirahatkan selama 90 menit diwadah tertutup, jadikan sebagai bahan biang.
  2. Campur adonan A dengan bahan B, lalu uleni sampai kalis. Lk. 10 menit. Istirahatkan diwadah tertutup selama 15 menit.
  3. Gilas tipis adonan setebal lk. 1 cm, diamkan 10 menit, cetak dengan cetakan bentuk donat, diamkan 10 menit lagi.
  4. Goreng dalam minyak padat dengan api kcil saja hingga berwarna kuning kecoklatan.
  5. Angkat, dinginkan. Beri topping sesuai selera.


Bread Crumbs Fried Chicken

Ayam goreng tepung? Duh bosen juga ya....sekali-kali coba yang lain gimana. Ini nih hasil karena aku sering banget nonton AFC alias Asian Food Channel. Sering banget ditampilin resep macam2 begini. Tapi sih kalo asli sononya, remah roti dicampur sama daun-daunannya mereka seperti daun basil, daun thyme dll. Tapi baunya pasti kita gak kenal dekat deh....

Oh iya, resep ini juga bisa buat latihan anak-anak juga. Bisa bantu di dapur dengan resep ini. 

Resep Bread Crumbs Fried Chicken (Ayam Goreng Remah Roti)

Bahan-bahannya:
sebelum digoreng
1 bagian dada ayam
Roti tawar gandum 2 potong
keju secukupnya, diparut
garam
tepung terigu
telor 2 buah
lada
100 ml susu cair
minyak goreng


Cara membuatnya:
Dada ayam setelah di fillet lalu direndam dengan sedikit garam dan susu cair. Diamkan selama satu jam di dalam kulkas.
Kemudian setelah satu jam di marinade (direndam) dalam susu, keluarkan dari lemari pendingin. Siapkan di piring roti gandum yang kita remas hingga hancur ditambah dengan keju parut. Sisihkan.
Sementara di piring lain siapkan tepung terigu yang diberi garam sedikit dan lada secukupnya. Sisihkan
Terakhir kocok 2 butir telur tambahkan garam sedikit dan sisihkan. 
Lalu keluarkan ayam dari rendaman susu, guling-gulingkan di campuran tepung terigu, lalu gulingkan di telur lagi, kemudian masukkan ke tepung lagi, lalu masukkan di telur, baru terakhir gulingkan di campuran keju dan roti gandum yang sudah hancur. Sisihkan. Setelah semua selesai, lebih baik diistirahatkan di dalam lemari pendingin agar tepungnya lebih menempel dan tidak lepas selama digoreng nanti. 
Siapkan minyak goreng secukupnya, lalu goreng ayam hingga matang. Siap dihidangkan. 



Kursus Parenting: Mencetak Anak yang Mandiri dan Bertanggung-jawab

Mau lapor nih kursus Parenting yang kemaren kebetulan aku ikutin. Pagi-pagi seperti biasa deh, udah heboh dengan kehebohan pagi. Tapi kalo kursus yang ini, aku gak perlu bersusah payah merayu suamiku. Soalnya malah dia yang ngedaftarin dan dia juga yang bela-belain pagi-pagi nganter. Hebat deh suamiku....saking sadarnya dia, bahwa istrinya harus jadi ibu yang pintar....hehehe.....kerennn!!!! Jadilah akhirnya aku berangkat ke tempat kursus parenting di auditorium bank Mandiri. Pembicaranya ibu Elly Risman, psikolog lulusan UI yang sudah senior, yang berkecimpung di yayasan buah hati, dan juga kolumnis di beberapa majalah. Terakhir aku liat dia di kick andy, membawakan tema kejahatan seksologi remaja di Indonesia. Wih...sereemmmm...!!!

Judul pelatihannya adalah bagaimana menjadi ibu yang berhasil mencetak anak menjadi anak yang mandiri dan bertanggungjawab. Kadang memang kita tidak bisa berbohong bahwa betapa kita mencintai anak-anak kita. Tapi apakah rasa cinta dan sayang yang kita berikan itu proporsional atau tidak bagi jiwa anak tersebut. Kita semua tahu, bahwa anak yang dilimpahkan kasih sayang akan lebih pandai secara emosional dan kejiwaan dibandingkan anak yang tidak mendapatkan kasih sayang, tapi apakah selama ini cara melimpahkan kasih sayang kita sudah tepat dalam tujuan kita membentuk anak yang mandiri dan bertanggungjawab. Karena siapa sih yang tidak mau anaknya jadi mandiri dan bertanggungjawab. Pasti semua menginginkannya. Termasuk saya sendiri merasakan hal yang sama.

Pembicaraan dimulai dari pertanyaan Ibu Elly, siapakah diantara kita yang menyekolahkan anaknya di sekolah dasar di usia 6 tahun. Hampir semua orang menunjuk tangannya, termasuk aku...Ibu Elly mengatakan lagi bahwa menurut penelitian, syaraf-syaraf di otak anak umur 6 tahun belum seratus persen bersambungan. Untuk itu kadang kita sering lupa, bahkan anak umur 6 tahun, sudah dibebani les pelajaran, les bahasa inggris, les matematika, dan les mengaji...wah...gue banget tuh....dalam hati.
Kadang kalo Nigel ulangannya dapet 80 aja, aku suka mengeluh, kenapa sih Nigel, kenapa gak seratus....duh...sedih juga ya...kenapa sama anak sekecil itu kok aku tega ya....hiks...hiks.....belum lagi les kumon yang setiap hari ada pe-er-nya. Wuihhh.....kata Ibu Elly.....Sebenarnya apa yang kita inginkan untuk anak-anak kita, kapan ada waktunya untuk mengajarkan hal-hal lain yang lebih penting selain melulu akademis. Pfuihhh.....makin deg-degan deh....soalnya Ibu Elly kemudian memarahi kita semua dan mengatakan kita orang tua yang kejam terhadap anak.

Suasana yang mulai tegang akhirnya mulai pecah menjadi santai saat ibu Elly memerankan dialog antara ibu dan anak....Waktu anak pulang sekolah, "Hay....tas...tas....jangan ditaruh disitu, eh sepatu...sepatu...taruh di tempatnya....eh...baju....baju...cepet buka, ganti baju, trus bajunya taruh di tempat baju kotor, eh ini kaos kaki...jangan ditaruh disini....taruh di tempatnya....." dan cerocosan lainnya...hehehe....yang ketawa-ketawa berarti sama-sama pelaku....hehehe...Jadi sih intinya boleh mengingatkan anak, tapi alangkah baiknya mengingatkan anak di saat yang tepat, seperti misalnya cari waktu yang tepat untuk membicarakan apa kewajiban-kewajiban dan hal apa saja yang harus diperhatikan. Jadi kenapa anak-anak kemudian memberontak dan kadang menolak melakukan hal-hal yang kita suruh kerjakan karena cara pengkomunikasian kita kepada anak yang salah.

Lalu bagaimana kalau sudah salah? Bisa kok, Bu Elly menegaskan bahwa membentuk pribadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab hanya perlu waktu untuk berlatih antara orang tua dan anak. Kadang walaupun anak sudah besar, kita masih saja memakaikan sepatu, mangancingkan baju, semata-mata bukan karena anak tidak bisa, tapi karena gemes karena udah mepet waktu berangkat sekolah dan biar cepet aja. Hehehe....lagi-lagi seperti yang aku biasa lakukan. Jadi gimana dong? Berusaha membangunkan anak lebih pagi supaya tidak terburu-buru dan menyediakan cukup waktu untuknya di pagi hari sehingga dia bisa mempunyai waktu untuk bersiap-siap sendiri tanpa dibantu. Wah kayaknya mesti dipraktekkan nih.

Bu Elly Risman menambahkan lagi agar kita memberikan sedikit tanggungjawab di rumah, seperti mencuci piring makannya sendiri, atau menarik sprei pada saat bangun tidur. Tidak usah banyak-banyak, cukup 1 atau 2 tanggung jawab saja untuk berlatih bertanggung jawab dengan pekerjaan di rumah. Anak dilibatkan di rumah agar anak tidak apatis dengan pekerjaan di rumah. Bahkan bila anak yang lebih besar bisa diajarkan menyiapkan sarapannya sendiri-sendiri setiap hari. Orang tua hanya membantu menyiapkan stok yang cukup untuk sarapan. Misalnya anak-anak diminta membuat daftar sarapannya selama seminggu. Misalnya hari pertama, sarapan cereal, hari kedua roti coklat. Orang tua hanya menyediakan kebutuhannya saja, anak yang menyiapkannya sendiri setiap pagi.

Tujuannya apa sih, menjadikan anak yang mandiri dan bertanggungjawab? Tujuannya adalah membimbing mental dan spiritual anak menjadi anak yang tangguh dan bisa bersaing di era yang akan datang. Bila kita selalu menyuapi anak kita dengan hal-hal yang instan semua ada. Mereka tidak ada waktu untuk berpikir. Padahal untuk seorang anak, dia harus belajar berfikir dan memutuskan segala hal yang berkaitan dengan dirinya sedini mungkin.

Contoh soal lainnya adalah misalnya anak ketinggalan pe-er-nya di rumah. Si anak menelepon dan meminta pe-er-nya diantar ke sekolah. Hampir semua ibu yang berada di ruangan itu pasti gak tega anaknya disetrap guru dan memilih mengantarkan pe-ernya ke sekolah. Padahal hal tersebut tidak mendidik anak. Solusinya bagaimana? Biarkan anak mengatasi sendiri permasalahannya di sekolah. Biasanya anak akan pulang ke rumah dengan keadaan marah. Marah pada kita dan marah pada situasi dan keadaannya. Bagaimana caranya mengatasinya? Bila anak dalam keadaan marah. Kita harus membersihkan jiwa anak ini. Luapan kemarahan ini harus kita tampung. Ibaratnya kita membangun sebuah got emosi untuk menyalurkan luapan emosinya. Biasanya setelah emosi tersalurkan, anak baru bisa diajak bicara. Nah pada saat itulah baru kita dapat mengingatkan bahwa hal yang dilakukan kita semata-mata adalah niat baik agar anak kita lebih teliti lagi dan lebih mandiri di lain waktu.

Benar-benar sulit menghadapi si anak. Ternyata kita memang mesti sekolah loh jadi orang tua. Aku berencana  ingin terus belajar menjadi ibu yang baik untuk anak-anakku. Kadang rasa sayang yang kita luapkan kepada anak, sesuatu yang kita anggap benar menurut kita, ternyata salah total secara teori psikologi. Sebagai orang tua mesti terus membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan tentang pola asuh yang benar. Bener-bener gak nyangka ternyata anak harus diajari kemandirian sejak dini agar terbentuk pribadi yang bertanggung jawab. Ih...jangan sampe deh punya anak yang gak tanggap lingkungan....

Sebenarnya banyak hal-hal yang dilatih di dalam pelatihan kemaren. Seperti cara berkomunikasi dengan anak yang sedang marah, cara berkomunikasi dengan anak yang senang membantah dll. Pendekatan yang dilakukan adalah salah satunya pegangan agama. Anak harus diingatkan bahwa semua dari kita akan mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita di hadapan Alloh SWT. Membimbing anak ke arah yang baik secara emosional dan spiritual, insya Alloh akan membuatnya menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.



Selesainya dari pelatihan, aku dijemput sama kurcaci-kurcaciku...sambil aku tanya, tadi pagi sarapan apa? Sarapan nasi pake telor....hihihi....hubby bisa juga ya ngurusin anak-anak...

Karena kita udah berada di gedung kantornya suami, sekalian aja deh mampir ke cubicle bapaknya Nigel. Alhasil anak-anak berhasil mengacak-ngacak kantor suamiku...hehehe...untung gak ada orang ya...kalo ada orang pasti pada senewen deh liat Rafa berlari ke sana ke mari....




Jumat, 10 Juni 2011

Resep Klappertart

Nggak bosen-bosen nih, postingannya klappertaart. Soalnya emang yang paling megang banget adalah resep klappertart ini je...hehehe....Resep ini adalah resep hasil bongkar pasang resep resep yang malang melintang di dunia maya. Setelah dicoba sana sini, akhirnya aku menemukan resep yang pas menurut ukuranku dan ukuran customer-ku.

Kebetulan bakulan ibunya Nigel dapet pesenan bikin klappertart 40 loyang yang ukuran 10cm x 15cm. Dan ini baru aja kelar dan tepar. Jadinya sambil ngelempengin kaki, sekalian posting aja deh hasilnya. Mumpung lagi anget-angetnya...hehehe...

Resep Klappertart:

Bahan-bahan:
1600 ml air kelapa muda
500 ml fresh milk
100 gram gula kastor
125 gram margarin
50 gram wysmand butter
150 gram tepung terigu
80 gram maizena
9 butir kuning telur
1 kaleng susu kental manis
2 butir daging kelapa muda
rhum essence secukupnya
garam secukupnya
1 sdm vanila essence
100 gram kismis
200 gram kenari cincang

Cara membuatnya:
Bagi air kelapa menjadi 2 bagian. Bagian pertama dicampur dengan margarin, butter, gula sedangkan setengahnya lagi dicampurkan dengan tepung, maizena, garam.
Bagian pertama dimasak hingga mendidih, masukkan setengah bagiannya lagi yaitu campuran air kelapa, tepung dan maizena, aduk terus hingga mendidih.
Kemudian masukkan kuning telur yang sudah dicampur dengan susu kental manis, dan susu segar. Masukkan juga ke dalam panci. Aduk terus, hati-hati jangan sampai gosong bagian bawahnya. Setelah kembali mendidih masukkan rhum essence, vanila, daging kelapa, kenari cincang yang sudah digongso (maksudnya dimatangkan di atas teflon tanpa minyak) serta masukkan kismis. Aduk rata, matikan api dan sisihkan.

Bahan untuk MERINQUE:
6 butir putih telur
4 sdm gula pasir halus
2 sdm tepung terigu

Cara Membuatnya:
Kocok putih telur sampai mengembang, masukkan gula pasir, kocok hingga kaku dan terakhir masukkan tepung terigu, aduk rata.

Setelah Merinque siap. Sisihkan sementara. Masukkan adonan klappertart yang sudah jadi tersebut di dalam wadah alumunium dan bakar dengan cara au bain marie (yaitu dengan membakar seperti cara ditim, dengan air) sebentar di oven kira-kira 5 menit dengan api sedang. Keluarkan dari oven, lalu masukkan merinque, tata di atas adonan klappertart. Beri kayu manis bubuk, kismis dan kacang kenari utuh dan masukkan lagi ke dalam oven sampai merinque terlihat agak kecoklatan. Siap dihidangkan.